Ammar Zoni Jual Akun Instagramnya demi Nafkahi Anak? Begini Penjelasan Kuasa Hukum

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kuasa hukum Ammar Zoni, Jon Mathias menerangkan alasan kliennya berniat menjual akun instagram 

Menurut Jon Mathias, Ammar Zoni memiliki beberapa alasan hingga akhirnya harus menjual akun instagram dengan 8,6 juta pengikut tersebut.

“Alasan nya satu admin nya uda tidak ada lagi,” kata Jon Mathias kepada Tribunnews.com, Selasa (27/2/2024).

Lebih lanjut, Ammar sendiri masih berada di penjara buntut kasus narkoba, sehingga dirinya tidak bisa lagi menggunakan sosial medianya saat ini.

Baca juga: Ammar Zoni Rindu Anak-anak Selama Mendekam di Tahanan, Makin Rajin Ibadah dan Puasa hingga Olahraga

Hal tersebut kemudian menjadi alasan lain dari Ammar Zoni yang diungkap kepada kuasa hukumnya.

“Ammar tidak bisa memposting kegiatan-kegiatannya berhubung berada ditahanan tidak boleh lagi memposting kegiatan-kegiatan media sosial itu alasan nya kekami,” lanjut Jon Mathias.

Kemudian Jon Mathias memastikan Ammar tidak pernah menjelaskan alasan kliennya itu menjual akun Instagram lantaran untuk menambah biaya nafkah kedua anaknya senilai Rp 10 juta perbulan.

“Itu tidak pernah diutarakanya pada kami PH pada waktu kami menjenguknya hari jumat yang lalu ditahanan Polres Jakarta Barat,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, akun instagram milik Ammar Zoni dijual.

Baca juga: Ammar Zoni Hebat, Mampu Nafkahi Irish Bella dan Anak Rp 10 Juta per bulan dari Balik Penjara

Informasi tersebut diketahui dalam instagram cerita milik Ammar Zoni yang diunggah oleh admin.

“This account ia for SALE,” tulis keterangan tersebut, dikutip Tribunnews.com, Selasa (27/2/2024).

Diketahui akun instagram mantan suami Irish Bella itu saat ini memiliki 8,6 juta pengikut.

Kemudian apabila ada yang berminat bisa langsung menghubungi melalui pesan instagram kepada sang admin.

Halaman selanjutnya

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *