Akulturasi Budaya China dan Jawa, Festival Naga Warnai Perayaan Imlek di Kabupaten Semarang

KABUPATEN SEMARANG, Lingkarjateng.id – Perayaan tahun baru Imlek selalu spesial dengan berbagai festival khas budaya masyarakat Tionghoa. Seperti halnya Festival Naga di Saloka Theme Park, Tuntang, Kabupaten Semarang yang memanjakan pengunjung untuk menikmati pertunjukan tersebut.

Festival Naga yang digelar pada 8 – 11 Februari 2024 itu sengaja menjadi tema perayaan Imlek kali ini. Ini sesuai dengan shio tahun ini yakni naga kayu. Oleh karena itu, nuansa taman hiburan tersebut tampak dihiasi berbagai ornamen naga dari akses masuk hingga di dalam area.

Media Relation Saloka Theme Park, Sandra Lutfi Afifah, mengatakan bahwa festival naga sengaja diselenggarakan untuk menyambut dan merayakan Imlek. Keiatan seperti ini selalu diselenggarakan oleh Saloka dalam menyambut hari libur dan hari raya besar lainnya.

“Kenapa Festival Naga, karena sesuai dengan shio tahun ini, yakni Naga Kayu jadi mulai dari gapura sudah bernuansa serba warna merah, ada juga naga raksasa yang akan menyambut kedatangan pengunjung setelah loket pembelian tiket. Naga dengan perpaduan warna merah dan kuning ini memiliki panjang hingga 20 meter,” ungkapnya, Minggu, 11 Februari 2024.

Imlek di Saloka juga diwarnai pertunjukan naga yang bertajuk The Loka Warrior Show dengan membawakan cerita pertarungan antara Naga Loka dan Naga Barongsai.

“Pertunjukan selalu ada sejak Kamis (8 Februari 2024), seperti naga liong, barongsai, dan yang paling berbeda adalah pertunjukan The Loka Warrior Show. Dimana pertunjukkan ini menggabungkan budaya China dan Jawa dengan pemeran utamanya Naga Loka dan Naga Barongsai sambil diselingi tari-tarian di tengah pementasannya,” bebernya.

Menurutnya, berbagai acara diselenggarakan untuk memuaskan para pengunjung yang datang di Saloka pada momen liburan Imlek ini. Termasuk tersedianya sajian kuliner khas oriental.

“Pertunjukan itu full selama empat hari. Kemudian ada juga kuliner khas oriental, seperti ifumie dan nasi Hainan dan makanan khas oriental lainnya,” sambungnya.

Dia mengakui, selama musim libur Imlek ini ada peningkatan pengunjung, sebab hari libur ini juga masuk libur panjang sehingga pengunjung membludak.

“Untuk hari ini tadi sampai jam 12 tadi ada suda 1.500 pengunjung, biasanya bisa mencapai 3.000 pengunjung per harinya,” tandasnya.

Di sisi lain, Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan bahwa perayaan Imlek hendaknya menjadi momen untuk menjaga dan saling merekatkan kerukunan antaretnis.

“Ya tentu dengan perayaan Imlek ini selain mampu menjaga kerukunan antaretnis dan toleransi, juga membawa suasana di Kabupaten Semarang tetap sejuk, adem, ayem, dan selalu kondusif,” ujar Ngesti.

Perayaan Imlek kali ini diakuinya berdekatan dengan momen-momen penting pada bangsa Indonesia, salah satunya Pemilu 2024. Oleh sebab itu, Ngesti pun selalu mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan di wilayah Kabupaten Semarang.

“Imlek tahun ini berdekatan juga dengan pelaksanaan Pemilu 2024, oleh sebab itu ayo sama-sama untuk selalu menjaga kerukunan itu, tidak hanya soal etnis, budaya, dan keyakinan, berbeda pilihan dalam Pemilu 2024 itu biasa namun kita harus tetap menciptakan kerukunan antarwarga dan kondusifitas wilayah kita di Kabupaten Semarang dan Indonesia umumnya,” pungkasnya. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)

Tags: Berita SemarangBupati SemarangimlekNgesti NugrahaPerayaan imlektahun baru Imlek

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *