Blusukan ke Metro Tanah Abang, Caleg Fuidy Luckman: Bisnis Tekstil Bawa Multi Play Effect Ekonomi

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANGCaleg DPR RI Fuidy Luckman dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengadakan blusukan sepanjang hari di Pasar Pusat Grosir Metro Tanah Abang atau biasa disebut Pasar PGMTA, Selasa (23/1/2024).

Caleg DPR RI Dapil 3 DKI, yang meliputi wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kep. Seribu ini melakukan blusukan bersama Caleg PKB DPRD DAPIL 9 DKI, Phang Mui Jun yang juga berasal dari Singkawang, Kalimantan Barat dengan ditemani perwakilan pengelola PGMTA.

Dalam kesempatan tersebut, Fuidy Luckman berdialog dengan para Pedagang Tanah Abang dari pintu ke pintu.

Tujuannya sebagai calon wakil rakyat untuk mendapat informasi kegiatan perekonomian yang terjadi di Pasar Tekstil terbesar Asia Tenggara ini.

Saat dijumpai Warta Kota, Selasa (24/1/2024), Fuidy Luckman yang berasal dari Kota Singkawang Kalimantan Barat mengatakan, dalam sejarah Pasar Tekstil Tanah Abang, telah mengubah nasib khususnya warga Kalimantan Barat dan Kota-Kota lainnya.

Kegiatan Pusat Grosir Tekstil ini telah memunculkan banyak pengusaha tekstil yang handal serta telah berpartisipasi dalam menyediakan lapangan kesempatan kerja yang sangat signifikan.

Caleg DPR RI Fuidy Luckman dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) (tengah baju hijau) foto bersama para pedagang pakaian saat blusukan sepanjang hari di Pasar Pusat Grosir Metro Tanah Abang atau biasa disebut Pasar PGMTA, Selasa (23/1/2024).

“Benar-benar membawa multi play effect, tidak hanya pada tekstil atau garment itu sendiri. Kita bisa lihat mulai dari kuli harian, ekspedisi, transportasi, penjual kuliner sampai ke inti bisnis garmen itu sendiri seperti kain, benang, tukang jahit serta lainnya,” ungkapnya.

Salah satu pedagang bernama Ko Abun mengaku, bahwa Pasar Tanah Abang tidak seperti dulunya sebelum Covid-19.

Covid-19 telah merubah wajah Pasar Tekstil Tanah Abang. Banyak Toko-Toko tutup karena lesu sehingga tidak memperpanjang masa sewa.

Padahal pada saat setelah Covid-19 mau berakhir di tahun 2022, mulai ada sedikit perubahan yang lebih baik, tapi tiba-tiba muncul menjamurnya penjualan online di Tik-Tok dengan harga yang tidak dapat bersaing, sehingga menjadi pemicunya sampai sekarang.

“Omset sudah turun lebih dari 50 persen, yah kita pilih bertahan karena kebetulan saya tidak perlu membayar sewa setiap tahun, ini Kios milik sendiri,” ucap Ko Abun.

Lain lagi dengan Ko ABuh, yang mengeluhkan banyak tekstil impor dengan harga yang sangat murah, sehingga mengharapkan pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat, sehingga importasi tekstil tidak akan mematikan produk lokal.

“Dulu baju-baju kita diekspor ke Malaysia, Singapura Afrika, Filipina dan lain-lain, sekarang kita tidak pernah ketemu buyer-buyer itu mampir ke Pasar Tanah Abang, malah kita yang berbalik menjadi pengimpor baju-baju.

Sebagai calon DPR RI Fuidy Luckman mengatakan, bilamana terpilih akan memberi perhatian khusus kepada usaha di Pasar Tekstil Tanah Abang.

“Saya akan bertemu mereka lagi, dan saya tahu hampir 50 persen orang-orang Kalimantan Barat di Jakarta atau sekitarnya mengantungkan hidup atau mencari nafkah dengan keahlian di bidang garment atau konveksi baju ini dan di Pasar Tanah Abang, Pasar Jatinegara, Pasar Cipulir serta di Pasar Mangga Dua,” ungkapnya.

Menurut pria yang biasa dipanggil Ko Bun Sin Khiong, keadaan tersebut perlu dicari solusi yang tepat, karena ketika dirinya blusukan di perkampungan Jembatan Lima, Jembatan Besi telah menemukan efek dari lesunya pasar garment, warga telah tidak ada kerjaan, susah memperpanjang sewa rumah, bahkan ada tak sanggup membiayai sekolah anak.

“Mereka yang migrasi dari kampung halaman Kalimantan Barat, rata-rata sudah tidak punya apa-apa lagi, kecuali family dan teman, ini akan jadi dilema nantinya,” tandas Fuidy Luckman.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *