Anies Baswedan Diancam Ditembak, Waketum Nasdem Ahmad Ali: Tidak Ada Kata Maaf, Ini Kejahatan Demokrasi

Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga

Waketum Nasdem Ahmad Ali sebut ancaman penembakan Anies Baswedan adalah kejahatan kemanusiaan dan ancaman demokrasi. Foto Ahmad Ali saat acara Transformasi Jakarta 2017-2022 Gagasan, Narasi, dan Karya, Graha Bhakti Budaya, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/10/2022). 

Laporan Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH —  Wakil Ketua Umum Nasdem Ahmad Ali memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang cepat bertindak dalam kasus ancaman penembakan terhadap Capres Nomor Urut 1, Anies Baswedan.

Tersangka yang diduga melakukan teror cyber (melalui akun medsos) tersebut  ditangkap di Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur, Sabtu (13/1/2024). 

Terduga pelaku tersebut berinisial AWK (23) yang mengancam Anies Baswedan melalui akun TikTok. 

Menurut Ahmad Ali, polisi telah menunjukkan sikap netral serta memberikan rasa aman kepada tiap pasangan calon dengan melalui respon cepatnya itu. 

“Tindakan yang dilakukan polisi ini, pasti menjadi harapan semua WNI, bahwa polisi bisa memberikan rasa keamanan buat mereka,” kata Ahmad Ali saat dihubungi Wartakotalive.com, Sabtu. 

Kendati begitu, Ahmad berharap tindakan polisi memberantas teror cyber tidak berhenti sampai di situ.

Ia meminta agar pria yang mengancam Anies Baswedan segera diproses tuntas sampai ke akar-akarnya.

Pasalnya, lanjut Ahmad, perbuatan mengancam seperti itu adalah suatu tindakan serius yang mungkin berakibat fatal jika dibiarkan terus menerus.

“Jadi bagi saya polisi harus meletakkan ini bukan hanya suatu kejahatan kemanusiaan, tapi juga kejahatan demokrasi. Jadi harus diproses, tidak ada alasan pemaaf,” kata Ahmad.

Baca juga: Prabowo Subianto Komentari Anies Baswedan Diancam Ditembak AWK: Memang Dia PendukunG Saya

Menurutnya, apabila polisi tidak mengambil tindakan cepat, akan muncul pelaku-pelaku lain yang mungkin melakukan pengancaman pada pasangan calon manapun.

Bahkan, Ahmad memandang bahwa bisa jadi orang seperti itu bisa mengancam demokrasi di Indonesia hingga mengadu domba polisi.

“Bisa jadi orang ini adalah orang yang sedang mengancam demokrasi, kemudian sedang mendegradasi polisi bahwa polisi tidak mampu bertindak dan lain-lain,” jelasnya.

Ahmad berharap, polisi benar-benar menuntaskan kasus tersebut hingga terkuak motif, hingga kemungkinan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Halaman selanjutnya

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *